Jumat, 25 Maret 2016

Hari Musik 2016

Hari Musik Nasional 9 Maret yang beberapa tahun lalu ramai dirayakan di hampir tiap daerah, kini (2016) sudah tidak lagi. Banyak faktor yang diprediksi kemungkinan tidak diselenggaraksnnya. Diantaranya; bahwa  tepat Tanggal 9 Maret tahun ini bertepatan dengan Hari Raya Nyepi. Alasan lain  adalah karena tepat tanggal ini juga terjadinya putaran waktu Gerhana Matahari yang melintas tepat di Indonesia. Kemudian alasan yang agak politis adalah bahwa Hari Musik dicanangkan oleh SBY diera pemerintahannya, jadi wajar saja jika sekarang tidak diperingati lagi secara nasional, karena eranya telah berubah. Padahal siapapun yang mencanangkan, bahwa hari Musik Nasional diperingati mengambil moment kelahiran WR. Supratman (sang pencipta lagu Kebangsaan Indonesia Raya) sangat layak untuk terus diperingati.

Namun tidak demikian dengan Provinsi Banten, setelah tahun lalu sukses bekerja sama dengan salah satu TV swasta, tahun ini perayaan Hari Musik Nasional bekerjasama dengan Rumah Balada Indinesia yang diketuai Ully Sigar Rusyadi. Tentu Bunda Ully memberdayakan RBI Banten sebagai pelaksana di lapangan.

Agendanya menyajikan lomba cipta dan gelar lagu Balada yang diikuti oleh 12 komunitas Balada se-Provinsi Banten, serta penampilan bintang tamu daru para Balader se-Indonesia, serta tentunya penampilsn lengkap dari Grupnya Rumah Balada Indonesia Pusat. Bunda Ully Sigar memboyong adik nya Teh Paramita Rusadi yang selain tampil bersama membawakan lagu yang sukses di Uzbekistan, Paramita Rusadi juga membawakan lagu-lagu balada ciptaanya secara solo. Walhasil acara ini mencadi menarik, penuh makna akan pentingnya mencintai alam dan sesama penghuni bumi. Selain itu acara ini juga dimeriahkan oleh festival permainan tradisional Banten diikuti ratusan anak-anak utusan Kabupaten / Kota se-Provinsi Banten pada pagi hingga sore harinya, sehingga menambah semarak perayaan yang digelar di Halaman Museum Negeri Banten yang sebentar lagi akan menjadi Taman Budaya Banten ini. Rangkaian acaranya sendiri dibuka oleh Opar Sohari (Kepala Disbudpar Prov. Banten).

Walau hanya dihadiri oleh hanya lebih kurang 300 orang penonton saja pada malam puncaknya, namun Rohaendi selaku pimpinan Pelaksana Teknis kegiatan ini cukup merasa puas, bahwa "perayaan hari musik nasional yang Bante  laksanakan ini sebagai bukti konsistensi kita untuk menghargai kreatifitas berkarya musik".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar